Informasi

Satgas Stunting Bali lakukan Monev di Kabupaten Bangli

 Jumat, 20 Mei 2022, 13:25 WITA

beritabangli.com

IKUTI BERITABANGLI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabangli.com, Bangli. 

Kendati pravelensi stunting di Provinsi Bali sebesar 10,9% yang sudah di bawah rata-rata nasional (14,4%), Perwakilan BKKBN Provinsi Bali masih terus menggenjot seluruh Kabupaten/Kota untuk meningkatakan upaya percepatan penurunan angka stunting hingga Provinsi Bali ‘Bebas’ stunting. 


Mendukung upaya tersebut, Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting (Satgas Stunting) Provinsi Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) percepatan penurunan angka stunting di Kantor Bupati Kabupaten Bangli pada Kamis (19/05).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Sukardiasih, MARS., M.For., dalam pembukaan monev satgas stunting Kab Bangli menjelaskan

stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah 5 tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). 

Stunting berisiko menghambat pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, juga menghambat perkembangan kognitif yang akan

berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. 

“Presiden Jokowi telah memberikan amanat Kepada Kepala BKKBN sebagai Ketua Pelaksanan Percepatan Penurunan Stunting di tingkat Nasional. Kita diberikan tugas menurunkan angka stunting dari 24,4 % menjadi 14,4 % pada Tahun 2024,” jelasnya. 

Ditambahkan olehnya bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan intervensi yang konvergen meliputi intervensi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.


Halaman :